Manajemen Resiko Keuangan

Prediksi Financial Distress Perusahaan Manufaktur di Indonesia

 

Perkembangan ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan yang sangat pesat ini disebabkan oleh semakin kuat dan meluasnya globalisasi di seluruh dunia. Bisnis yang kuat dan berpengalaman akan semakin mendapat keuntungan akan meluasnya pengaruh globalisasi. Akan tetapi disisi lain, sebagai bisnis yang baru tumbuh ataupun bisnis yang berskala nasional akan sulit untuk bersaing dengan perusahaan asing, sehingga dampaknya adalah perusahaan yang berskala kecil akan mengalami krisis keuangan dalam perusahaan mereka. Dalam perkembangan globalisasi, ada beberapa dampak buruk yang bisa dirasakan, salah satunya adalah global financial crisis pada tahun 2008 yang berakibat pada melemahnya aktivitas bisnis secara umum. Sebagian besar negara di seluruh dunia mengalami kemunduran dan bencana keuangan karena pecahnya krisis keuangan tersebut. Krisis keuangan tersebut telah menyebabkan kebangkrutan beberapa perusahaan publik di Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan negara-negara lainnya. Di samping itu, di lingkungan dalam negeri, ada beberapa dampak atas terjadinya krisis keuangan tersebut, salah satunya adalah terdapat beberapa perusahaan yang menjadi de-listing akibat dari krisis tersebut.

Salah satu hal yang berpengaruh terhadap financial distress adalah financial ratios, dimana bisa dilihat di dalam laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Adapun dalam hal ini financial ratios digunakan untuk memprediksi terjadinya financial distress. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad (2012), menganalisis beberapa penyebab perusahaan mengalami financial distress dengan menggunakan financial ratio dan management capability sebagai prediktor. Sampel yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2005-2010. Hasil penelitian menyatakan bahwa rasio leverage mempunyai hubungan positif terhadap prediksi perusahaan yang sedang mengalami financial distress, sedangkan variabel-variabel yang lainnya seperti CR, TATO, CATO, ROE, ROA, WCTA, dan management capability mempunyai hubungan negatif dalam mempengaruhi prediksi financial distress di suatu perusahaan.

Penelitian ini dilakukan karena kondisi di Indonesia saat ini yang rawan dengan krisis keuangan. Hal tersebut disebabkan karena pada akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014 nilai tukar rupiah semakin melemah dan mencapai Rp. 13.400 per dolar AS. Dengan melemahnya nilai tukar rupiah, maka jika suatu perusahaan mengimpor barang dari luar negeri, harga barang tersebut akan menjadi lebih mahal, sedangkan jika suatu perusahaan mengekspor barang hasil produksinya ke luar negeri, maka harga barang yang diekspor tersebut akan menjadi lebih murah. Karena kondisi seperti itulah suatu perusahaan di Indonesia akan lebih rentan terhadap ancaman financial distress. Selain itu, dalam pembuatannya, penelitian ini mengacu pada penelitian yang telah dilakukan oleh Alifiah, et al (2012) yang melakukan prediksi terjadinya financial distress di suatu perusahaan sektor produk konsumen di Malaysia. Adapun perbedaan dalam penelitian ini adalah bertujuan untuk menganalisis prediksi terjadinya financial distress di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2012. Pemilihan periode tersebut dikarenakan pada tahun 2008 merupakan periode dimana global financial crisis terjadi, sedangkan periode sampai dengan tahun 2012 karena periode tersebut merupakan periode publikasi data laporan keuangan terbaru yang bisa disajikan oleh perusahaan.

 

Referensi

Almilia, Luciana Spica, Kristijadi. 2003. “ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KONDISI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA”. Vol.7 No.2 JAAI, Desember 2003. STIE PERBANAS, Surabaya

Brahmana, K. Rayenda. “Identifying Financial Distress Condition in Indonesia Manufacture Industry”. Birmingham Business School, University of Birmingham. United Kingdom

Afriyeni, Endang. 2012. “MODEL PREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN”. Vol.4 No.2 Polibisnis. Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Padang

Hidayat, Muhammad Arif. 2013. “Prediksi Financial Distress Perusahaan Manufaktur Indonesia”. Universitas Diponegoro. Semarang

Sudiyatno, Bambang, Elen Puspitasari. 2010. “TOBIN’S Q DAN ALTMAN–SCORE SEBAGAI INDIKATOR PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN”. Program Studi Manajemen Universitas Stikubank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s