Penetapan Harga Transfer dan Pajak Internasional

Transfer Pricing atas Intra-Group Management Service di Indonesia

Globalisasi ekonomi dan teknologi yang berkembang semakin pesat membuat arus barang, jasa, dan informasi dari saru negara ke negara lainnya semakin mudah. Perusahaan-perusahaan sebida mungkin ingin dikenal secara internasional, sehingga dapat lebih mudah untuk memasarkan produk dan jasanya. Salah satu bentuk transaksi transfer pricing yang sering terjadi dalam perusahaan multinasional adalah transaksi pemberian jasa manajemen atau intragroup management service. Jasa manajemen selain diberikan utnuk meningkatkan kinerja perusahaan terkadang juga dijadikam sebagai upaya untuk meminimalisir beban pajak global sebuah perusahaan multinasional. Tingginya kerugian perpajakan yang disebabkan oleh praktik transfer pricing, menyebabkan otoritas pajak di Indonesia dalam hal ini DJP menaruh perhatian lebih dalam upaya meminimalisir tax potential loss yang diakibatkan oleh praktik transfer pricing. Adapun transfer pricing yang yang sering diperiksa oleh otoritas pajak adalah transaksi atas jasa antar perusahaan yang terafiliasi (intercompany/intra-group service) sebesar 66% ditahun 2010 meningkat sebesar 11% dari 55% di tahun 2007.

Besarnya jumlah pemeriksaan terhadap transaksi atas intra group service menunjukkan besarnya praktek transfer pricing atas transaksi tersebut. Di Indonesia diperkirakan lebih dari 1.300 triliun pemasukan negara hilang akibat adanya praktek transfer pricing. Salah satu jenis transaksi yang sulit ditentukan harga pasar wajarnya adalah transaksi atas jasa. Hal ini dikarenakan dalam praktiknya banyak hambatan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menentukan pembanding yang tepat bagi transaksi yang dilakukannya. Dibanyak negara otoritas pajak menggunakan metode perbandingan harga pasar wajar untuk menentukan harga transfer yang wajar dalam transaksi yang mempunyai hubungan istimewa. Di Indonesia peraturan mengenai transfer pricing sendiri pertama kali di cantumkan dalam Kep-01/PJ.7/1993 dan SE-04/PJ7/1993 tentang penangulangan transfer pricing yang berlandaskan pada pasal 18 ayat (2) dan (3) Undang-Undang nomor 7 tahun 1984 mengenai perlakuan perpajakan atas transaksi antar wajib pajak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada tahun 2007 dalam peraturan pemerintah nomor 80 pasal 16 digambarkan mengenai jika dalam hal wajib pajak melakukan transaksi dengan pihak hubungan istimewa maka wajib pajak harus menyiapkan dan menyimpan dokumen atas transkasi yang bersangkutan.

Peraturan mengenai transfer pricing kemudian diperdalam dan disempurnakan dalam PER 43/PJ./2010 tentang penerapan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha dalam transaksi antara wajib pajak dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada tanggal 11 November 2011 PER-43 mengalami penyempurnaan kembali menjadi PER-32/PJ/2011. Gambaran mengenai intra group management service di Indonesia termasuk didalam jenis transaksi khusus antar wajib pajak dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Di Indonesia gambaran mengenai pemilihan metode penentuan harga wajar atas transaksi transfer pricing sesuai keadaan-keadaan yang paling cocok dengan diatur dalam pasal 11 PER-32. Pemilihan metode harga wajar atau laba wajar yang paling tepat dilakukan setelah transaksi-transaksi transfer pricing yang terjadi dikaji dan dianalisis secara mendalam.

Transfer pricing merupakan harga atas transaksi barang berwjud, barang tidak berwujud, dan penyerahan jasa antar pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. Dengan dilakukannya transfer pricing sebuah perusahaan mungkin untuk menggeser beban pajaknya, dari negara dengan tariff pajak yang tinggi ke negara dengan tariff pajak yang lebih rendah atau tax haven country, sehingga beban pajak global perusahaan tersebut menjadi lebih ringan. Manipulasi transfer pricing dapat dilakukan dengan cara memperbesar biaya atau memperkecil penjualan melalui mekanisme harga transfer dengan tujuan untuk mengurangi pajak. Oleh karena itu dalam mengukur suatu transaksi antar perusahaan yang memiliki hubungan istimewa, negara akan melakukan benefit test terkait dengan transaksi transfer pricing. Benefit test ini semata-mata dilakukan untuk membuktikan apakah kegiatan transfer pricing yang dilakukan sebuah perusahaan benar-benar murni sebagai strategi bisnis dengan tujuan ekonomis atau didasarkan pada strategi pengurangan pajak dengan cara melanggar ketentuan perpajakan dengan cara tidak melaporkan sebagian penjualan atau membesarkan biaya secara fiktif dan semata-mata untuk memindahkan beban pajak ke negara dengan tariff pajak yang lebih rendah.

Indonesia sendiri telah mempraktekkan benefit test guna menentukan apakah transfer yang ditetapkan oleh suatu perusahaan atas transaksi transfer pricingnya wajar atau tidak. Dalam melakukan benefit test pemeriksa pajak akan memberikan kuesioner kepada wajib pajak, yang wajib diisi mengenai informasi-informasi yang terkait dengan mekanisme transaksi jasa manajemen yang dilakukan. Apabila perusahaan atau wajib pajak tidak dapat menjawab dan memenuhi benefit test tersebut dan tidak dapat membuktikan bahwa penetapan harga transaksinya sudah wajar dan sesuai dengan harga pasar, maka otoritas pajak dapat melakuakn koreksi harga yang ditetapkan oleh wajib pajak. Transfer pricing atas intra-group management service seringkali diasumsikan dengan cara menaikkan besarnya biaya jasa manajemen sehingga beban pajak yang harus dibayarkan berkurang. Selain itu pada transfer pricing atas jasa manajemen antar grouo perusahaan seringkali terjadi pembebanan biaya jasa manajemen yang tidak tepat. Transfer pricing atas intra-gropu management service mempunyai potensi yang besar bagi seluruh sebuah perusahaan utnuk melakukan penyelewengan perpajakan, yaitu dengan cara menaikkan beban biaya jasa manajemen kepada perusahaan yang menerima jada sehingga beban perpajakan anak perusahaan tersebut menjadi lebih rendah, dan nantinya mengurangi beban pajak perusahaan multinasional secara global.

Referensi

Permatasari, Paulina. 2004. “TRANSFER PRICING SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PERENCANAAN PAJAK BAGI PERUSAHAAN MULTINASIONAL”. Vol.8, No.1. BINA EKONOMI. Januari 2004:1-109

Nurhayati, Indah Dewi. 2013. “EVALUASI ATAS PERLAKUAN PERPAJAKAN TERHADAP TRANSAKSI TRANSFER PRICING PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL DI INDONESIA”. Vol.2, No.1 April 2013. Jurnal Manajemen dan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama Malang. Malang

Flouren, Silvia. “BENEFICIAL OWNER DIDALAM TAX TREATY (STUDY KASUS TAX TREATY INDONESIA-BELANDA)”. Universitas Bina Nusantara

Adinda, Smita. 2012. “ANALISIS PENETAPAN HARGA PASAR WAJAR DALAM TRANSFER PRICING ATAS INTRA-GROUP MANAGEMENT SERVICE DI INDONESIA”. Fak. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Study Ilmu Administrasi Fiskal. Depok

Lingga, Ita Salsalina. 2012. “Aspek Perpajakan dalam Transfer Pricing dan Problematika Praktik Penghindaran Pajak (Tax Avoidance)”. Vol.1 No.3 Desember 2012 Zenit. Fak. Ekonomi, Universitas Kristen Maranatha. Bandung

Setiawan, Deddy Arief. “Penentuan harga transfer atas transaksi Internasional dari perspektid perpajakan Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s