Standar Audit & Akuntansi Global

ANALISIS KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN

Perekonomian di Indonesia saat ini merupakan hasil dari pembangunan yang terus dilakukan sehingga membuat dunia keuangan, bisnis dan perbankan di Indonesia semakin bervariasi dan dinamis. Oleh sebab itu karena kondisi ini lah persaingan antar perusahaan menjadi semakin tajam. Tentu saja untuk mencapai agar kinerja perusahaan terlihat maksimal maka cenderung muncul berbagai bentuk kejahatan dengan cara dan metode yang beragam. Jenis kejahatan yang berupa manipulasi, praktik kecurangan atau fraud. Laporan keuangan merupakan catatan informasi mengenai keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Oleh karena itu dibutuhkan audit laporan keuangan. Tentu saja hal ini yaitu audit memiliki standar audit yang telah ditentukan. Di Indonesia sendiri, sudah banyak kasus kecurangan atau fraud. Salah satunya yaitu manipulasi pajak yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab pada tahun 2010 silam.

Karena banyaknya kecurangan yang terjadi maka dilakukan audit untuk meminimalisir kecurangan terhadap laporan keuanga. Salah satu alat yang dipakai untuk memprediksi adanya laporan keuangan dalam perusahaan adalah mengunakan Beneish M-Score. Beneish M-Score merupakan alat analisis yang digunakan untuk menganalisis laporan guna memprediksi adanya kecurangan atau fraud yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Penelitian audit yang dilakukan oleh PT Bumi Resources dan PT Berau Coal Energy menyatakan adanya penyimpangan keuangan hingga sebesar US$ 500 juta dari pinjaman investasi selama satu decade terakhir. Informasi yang berkaitan dengan prediksi kecurangan terhadap lapporan keuangan yang diteliti sangat penting agar setiap perusahaan atau entitas harus berupaya untuk meminimalisis prakti kecurangan.
Dalam hal ini ada beberapa teknik yang digunakan untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan diantaranya Fraud Exposure Rectangle, Analisis Rasio Keuangan, Beneish M-Score. Beneish M-Score adalah sebuah metode untuk membantu mengungkap perusahaan yang kemungkinan melakukan fraud terhadap pendapatan yang dicatat dalam laporan keuangan (Beneish, 2012). Perusahaan dengan M-Score lebih tinggi memiliki kemungkinan lebih untuk melakukan fraud. Beneish M-Score adalah model probabilistic, sehingga tidak akan mendeteksi fraud dengan ketepatan 100%. Formula Beneish M-Score adalah sebgai berikut:Formula Beneish M-Score

Jika M>-2.22, hal ini menunjukkan adanya indikasi perusahaan melakukan manipulasi.
Dalam pembahasan ini digunakan dua perusahaan sebagai objek pembahasana, yaitu PT Bumi Resources sebagai objek utama penelitian dan PT Berau Coal Energy sebagai pelengkap. PT BUMI Resources merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada eksplorasi sumber daya alam khususnya batubara dan merupakan ekspor batubara terbesar di Indonesia. PT BUMI Resources memiliki area operasional yang tersebar dari Sumatera Utara (Dairi Prima Minerals & Pendopo Energi Batubara), Sulawesi (Gorontalo & Citra Palu), Kalimantan (KPC, Arutmin & Fajar Bumi Sakti) dan Republik Yaman (Gallo Oil). BUMI beroperasi melalui empat perusahaan tambang batubara: PT Arutmin Indonesia, PT Pendopo Energy Batubara dan PT Fajar Bumi Sakti. Arutmin dan KPC, dua perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia.
PT. Berau Coal Energy, Tbk. adalah salah satu produsen batubara termal terbesar di Indonesia, bergerak melalui entitas anaknya, PT Berau Coal. Wilayah konsesi Berau Coal mencakup sekitar 118.400 hektar di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, merupakan wilayah konsesi batubara tunggal yang terbesar di Indonesia. Wilayah tersebut diperkirakan mengandung cadangan batubara sebesar 467 juta ton. Pada saat ini PT Berau Coal Energy mempekerjakan sebanyak 856 orang karyawan.

Berdasarkan analisis kecurangan yang telah dilakukan oleh Lia Mariana pada PT Bumi Resources pada tahun 2009 hingga 2011 dan PT Berau Coal Energy pada tahun 2009 hingga 2010 menjelaskan analisis menngenai fraud exposure rectangle yang meliputi empat tahapan. Secara keseluruhan, Beneish M-Score PT BUMI Resources mencapai angka -2.16 di tahun 2009, -2.08 di tahun 2010 dan -1.34 di tahun 2011. Ini menunjukkan adanya indikasi bahwa BUMI Resources melakukan manipulasi terhadap laporan keuangan yang terus meningkat di tahun 2009 hingga 2011.
Selain itu, Beneish M-Score PT Berau Coal Energy mencapai angka -2.19 di tahun 2010 dan mengalami peningkatan mencapai angka -1.87 di tahun 2011. Hal ini menunjukkan adanya indikasi bahwa Berau Coal Energy juga melakukan manipulasi terhadap laporan keuangan di tahun pada periode 2010-2011

REFERENSI
Maulana, Arya., Mukhlisin, Murniati. 2011. Analisa Dampak Konvergensi IFRS ke dalam PSAK 13, 16, dan 30 terhadap Aktivitas Perdagangan Saham Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Vol.6 No.2. TAZKIA Islamic Finance & Business Review.

Junita, Silvi., Khairani, Siti. Analisis Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan Analisa Rasio Keuangan pada Perusahaan Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. STIE MDP.

Mariana, Lia. Analisis KEcurangan Laporan Keuangan: Studi Kasus Pada PT Bumi Resources, TBK dan PT Berau Coal Energy, TBK. Bina Nusantara University.

Manik, Tumpal. 2013. Analisis Pengaruh Penerapan Tata Kelola Perusahaan Perlakuan Metode Akrual dan Praktik Manajemen Laba terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris Perusahaan Property, Real Estate dan Developer di BEI 2008-2012). Prosiding Simposium Nasional Akuntansi Vokasi ke-2. Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali, Bali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s