Translasi Mata Uang Asing

Analisis Selisih Kurs dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan

 

Bisnis Internasional menyebabkan munculnya masalah baru, yaitu tentang mata uang suatu negara yang berbeda dengan mata uang negara lain. Dengan demikian perlu dilakukan proses konversi, yaitu suatu mata uang asing yang diubah kedalam mata uang asing negara lain. Kondisi ini menyebabkan proses translasi. Translasi merupakan proses penyajian ualng informasi keuang dari suatu mata uang ke mata uang lainnya. Translasi dapat juga digunkan untuk mengukur seberapa jauh laporan keuangan konsolidasi dari suatu perusahaan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas. Menurut PSAK No 52 (1998), suatu perusahaan diharuskan untuk mengubah mata uang pencatatan dan pelaporan ke rupiah kembali, apabila mata uang fungsional berubah dari bukan rupiah kembali ke rupiah.

Laporan laba rugi sebagai salah satu komponen dari laporan keuangan seperti neraca, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan, sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar dalam mata uang dalam pengambilan keputusan perusahaan. Penerapan akuntansi terhadap keuntungan dan kerugian selisih kurs harus sesuai dengan standar akuntansi di dalam menunjang laporan keuangan perusahaan yang layak dan diterima umum. Menurut PSAK No.10 paragraf 13, selisih penjabaran pos aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal neraca dan laba rugi kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi periode berjalan.

Dalam akuntansi terdapat dua area yang berkaitan dengan translasi mata uang asing, yaitu translasi transaksi dan translasi laporan keuangan. Translasi transaksi mengacu pada pencatatan transaksi yang dinyatakan dalam mata uang yang dinyatakan dalam mata uang asing kedalam pos atau akun akuntansi suatu perusahaan dan penyiapan laporan keuangan perusahaan tersebut. Sedangkan translasi laporan keuangan berkenaan dengan penyiapan laporan keuangan konsolidasi dari suatu grup perusahaan, di mana laporan keuangan dari induk perusahaan dan satu anak atau lebih anak perusahaannnya tidak dinyatakan dalam mata uang yang sama. Dalam tranlasi transaksi, hanya terdaoat satu set pencatatan dan satu set laporan keuangan yang menggunakan mata uang yang berlaku di negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Apabila terjadi transaksi yang dinyatakan dalam mata uang asing, maka akuntan harus mengambil keputusan translasi pada saat akan mencatat transaksi tersebut ke dalam akuntansinya. Selanjutnya secara periodic harus mengevaluasi apakah nilai asset atau hutang yang dicatat tersebut sesuai dengan standar pengukuran yang berlaku pada saat penyusunan laporan keuangan perusahaan. Pada hakikatnya translasi transaksi berkenaan dengan perlakuan transaksi mata uang asing di dalam pencatatan akuntansi dari laporan keuangan dari suatu perusahaan. Msalah khusus dalam penyusunan lapporan keuangan konsolidasi dihadapi oleh perusahaan yang memiliki anak perusahaan di luar negeri adalah bahwa kompnen laporan keuangan dinyatakan dalam mata uang yang berbeda.

Untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan konsolidasi maka dua atau lebih laporan keuangan harus menggunakan maya uang yang sama. Praktik yang umum adalah mengadakan translasi laporan keuangan anak perusahaan ke dalam home currency, mengingat para pembaca laporan keuangan konsolidasi adalah pemegang saham dan kreditor dari induk perusahaan. Dalam proses translasi laporan keuanagn, semua pos mata uang asing dalam neraca dan laporan rugi laba dinyatakan dalam reporting currency dengan mengendalikan jumlah dalam mata uang asing dengan nilai tukar tertentu yang dipilih. Perusahaan internasional yang tidak peduli dengan translasi umumnya berpendapat bahwa pendapatan yang diperoleh oleh cabang-cabang perusahaan tidak perlu dikonversi dalam mata uang perusahaan induknya.

Besar kecilnya manfaat translasi tergantung pada :

  1. Seberapa jauh peranan cabang-cabang perusahaan di luar negeri. Semakin besar persentase bisnis perusahaan yang dilakukan oleh cabang di luar negeri, semakin besar persentase perkiraan-perkiraan laporan keuangan yang mudah terpengaruh akibat translasi.
  2. Lokasi cabang-cabang perusahaan di luar negeri. Ini diakibatkan karena perkiraan-perkiraan laporan keuangan di setiap cabang biasanya dinyatakan dalam mata uang lokal di negara tersebut.
  3. Standar akuntansi yang dipergunakan. Setiap negara umumnya mempunyai standar akuntansi yang sudah baku, yang amat bervariasi antar negara. Di negara AS saja, telah terjadi perubahan dari sistem menurut FAS # 8, yang digunakan sebelum Desember 1981, dengan FAS # 52.

REFERENSI

Bangun, Primsa. MENGUKUR DAN MENGANTISIPASI TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Krida Wacana.

 

Hasibuan, David HM., Nopryannus. 2013. Analisis Selisih Kurs dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Laba Rugi Perusahaan. Program Studi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan. Bogor.

 

Tan, Yuliawati. MATA UANG FUNGSIONAL SEBAGAI MATA UANG PELAPORAN DAN PENCATATAN SESUAI PSAK 52. Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s