Pengungkapan dan Pelaporan

PENGUNGKAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF PT ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK

Keadaan teknologi pada kehidupan manusia mempengaruhi keseimbangan lingkungan hidup yang berada di sekitar manusia. Ketua Ikatan Indonesia Kompartemenn Akuntan Manajemen (IAI-KAM) sekaligus Direktur Eksekutif National Center for Sustainability Reporting (NCSR) Ali Darwin, Ak, MSc, dalam artikel majalah Akuntan Indonesia Edisi No.3 November 2007, melihat ada empat hal alasan isu lingkungan semakin signifikan. Pertama, ukuran perusahaan yang semakin besar. Semakin besar perusahaan, diperlukan akuntabilitas yang lebih tingg dalam pembuatan keputusan berkaitan dengan operasi, produk dan jasa yang dihasilkan. Kedua, aktivis dan LSM bidang lingkungan hidup telah tumbuh dengan pesat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Ketiga, reputasi dan citra perusahaan. Perusahaan-perusahaan saat ini menyadari bahwa reputasi, merek, dan citra perusahaan merupakan isu strategis bernilai tinggi dan harus dilindungi. Keempat, perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat. Isu lingkungan dan social berdampak negative akan meyebar dan dapat diakses dengan mudah dengan menggunakan teknologi informasi.

PT Aneka Tambang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan yang terdiversifikasi dan terintegrasi. Hingga tahun 2014, perseroan memiliki lima Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sulawesi Tenggara, UBPN Maluku Utara, Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Emas, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia serta UBP Bauksit. Perseroan juga memiliki Unit Geomin yang berfokus pada kegiatan eksplorasi perseroan. Kegiatan utama ANTAM meliputi dibidang eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, serta pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara dan jasa pemurnian logam mulia. Oleh karena itu ANTAM sebagai perusahaan pertambangan besar, maka harus memperhatikan lingkungan sekitar dan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan yang dijalaninya.

Di Indonesia, UU No. 40 Tahun 2007 Pasal 74 mengatur bahwa perseroan yang menjalankan kegiatan usaha dibidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tersebut merupakan kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajarannya. Apabila kewajiban ini tidak dilaksanakan, maka dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan peraturan pemerintah. Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan biasanya dicatatkan dalam suatu laporan yang dapat dilaporkan secara terpisah maupun digabung dalam laporan tahunan.

Taksiran biaya untuk pengelolaan lingkungan hidup yang timbul sebagai akibat kegiatan eksplorasi dan pengembangan diakui sebagai asset (beban tangguhan). Taksiran biaya untunk pengelolaan lingkungan hidup yang timbul sebagai akibat kegiatan produksi tambang diakui sebagai beban. Pada tanggal pelaporan, jumlah provinsi pengelolaan lingkungan hidup harus dievaluasi kembali untuk menentukan apakah jumlah akrualnya telah memadai. Jika jumlah pengeluaran pengelolaan lingkungan hidup yang sesungguhnya terjadi pada tahun berjalan sehubungan dengan kegiatan periode lalu lebih besar daripada jumlah actual yang telah dibentuk, maka selisihnya dibebankan ke periode dimana kelebihan tersebut timbul.

Data yang diperlukan untuk pembahasan ini diambil dari laporan tahunan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk tahun 2014. Dalam rangka pemeliharaan lingkungan PT Aneka Tambang menjalankan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan telah mengalokasikan sebagian dananya untuk pelaksanaan program CSR. Pada tahun 2014 perusahaan menyiapkan dana sebesar 214 miliar untuk program CSR. ANTAM menyadari bahwa implementasi CSR sangat penting sebagai roda pertumbuhan berkelanjutan baik bagi perusahaan maupun masyarakat. Tahun 2014 ANTAM menyempurnakan strategi dan kebijakan CSR secara komprehensif dengan menyusun Peta Jalan CSR (Roadmap CSR) berbasis ISO 26000 yang akan diterapkan secara efektif mulai tahun 2015. Dalam roadmap ini, CSR tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pengembangan masyarakat (community development) dan kegiatan filantrofis, tetapi CSR dalam arti luas yang mencakup aspek lingkungan hidup, praktik bisnis yang sehat dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Dalam melaksanakan program pengembangan masyarakat, ANTAM akan lebih memusatkan perhatian pada program yang bersifat kemitraan dengan masyarakat, dengan demikian ANTAM bersama masyarakat mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tujuan utamanya adalah menjadikan masyarakat mandiri di kemudian hari.

Pada tahun 2014 ANTAM mengeluarkan dana untuk pengembangan masyarakat sebesar 58 milyar. Untuk kemitraan ANTAM mengeluarkan dana sebesar 75 milyar, bina lingkungan didanai sebesar 10 milyar, dan untuk pengelolaan lingkungan PT ANTM mengeluarkan dana sebesar 71 milyar. Antam memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan ketentuan yang diatur dalam UU Lingkungan No.31 Tahun 2009 Perihal Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dengan demikian, Antam terus melaksanakan kewajiban lingkungan dengan memperhatikan ketentuan yang telah digariskan dalam dokumen AMDAL, UKL dan UPL. Seluruh proses perencanaan, operasi penambangan, penutupan dan realisasi rehabilitasi. Antam terus mendukung upaya Pemerintah dalam program mitigasi emisi Gas Rumah Kaca. Terdapat dua inisiatif utama yang dilaksanakan oleh ANTAM, yakni pengurangan emisi dari kegiatan operasi dan pengurangan emisi secara alami dengan merealisasikan program penanaman pohon didalam maupun diluar daerah operasi perseroan dengan tanaman yang mampu meyerap CO2.

Antam senantiasa memperhatika efisiensi penggunaan material dalam produksi dengan menggunakan bahan daur ulang. Di UBP Nikel Sulawesi Tenggara, Perseroan menggunakan material daur ulang yakni split metal dari hasil slag treatment dan debu yang diolah menjadi pellet maupun campuran wet ore sehingga menghasilkan material pengganti bijih nikel. Di UBPP Logam Mulia (LM) Material daur ulang yang digunakan berupa garam hasil proses evaporasi air limbah (penggaraman). Sedangkan di UBP Emas material daur ulang berupa sianida (CN) yang digunakan kembali pada proses pengolahan bijih emas. Untuk menekan dampak lingkungan ANTAM melakukan tiga pendekatan dalam mengelola penggunaan air, yaitu efisiensi, daur ulang dan konservasi. ANTAM melakukan pengawasan dan pemantauan untuk memastikan pengambilan dan pemanfaatan air tepat guna sesuai dengan kebutuhan. Perseroan menggunakan air tanah untuk keperluan domestik karyawan di daerah operasi dan air permukaan dengan efisien untuk keperluan kegiatan produksi & pengolahan. ANTAM memiliki fasilitas pengolahan air (water treatment plant)untuk menghasilkan air daur ulang yang layak digunakan untuk berbagai kebutuhan.

ANTAM mengelola limbah yang berasal dari kegiatan penambangan, pengolahan dan pemurnian, maupun kegiatan pendukung lainnya termasuk dari area perumahan karyawan dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce/pengurangan timbunan limbah, Reuse/penggunaan kembali dan Recycle/daur ulang), serta melakukan pembuangan (disposal) yang aman. Dalam pengelolaan limbah tersebut ANTAM membedakan jenis limbah dalam dua kelompok besar, yakni limbah mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah non-B3. Pengelolaan kedua jenis limbah tersebut ditangani dengan cara yang berbeda.

ANTAM menganggarkan sejumlah dana untuk mendukung dan memastikan pelaksanaan program pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagai wujud komitmen Perseroan terhadap upaya pelestarian lingkungan. Besaran dana pengelolaan lingkungan yang dianggarkan dan direalisasikan tergantung pada jenis dan target pelaksanaan program lingkungan.

REFERENSI

Panggabean, Rosinta Ria., Holly Deviarti. 2012. EVALUASI PENGUNGKAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF PT TIMAH (PERSERO) TBK. Vol.3 No.2. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Komunikasi Universitas Binus. Jakarta

Roziani, Erna Agustin,. Sofie. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Sosial Dalam Laporan Tahunan Bank Konvensional Dan Bank Syariah Di Indonesia. Vol.5 No.1. Islamic Finance & Business Review.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s