Akuntansi Komparatif: Amerika dan Asia

Analisis Komparasi Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Konversi ke IFRS

Arus globalisasi merubah dunia seperti tanpa batas dan mempengaruhi berbagai aspek termasuk akuntansi. Kemudahan dalam mengakses informasi yang dilakukan antar negara dapat mempengaruhi dasar pergerakan informasi. Kecenderungan yang menjadi dasar dalam meningkatnya globalisasi di bidang ekonomi semakin terlihat dengan adanya kesepakatan-kesepakatan antar negara. Kemudian muncullah berbagai macam standar laporan keuangan. Ini semua disebabkan karena setiap negara memiliki standar akuntansi yang berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan aturan umum yang mengatur standar akuntansi secara keseluruhan, supaya ada keseragaman. Kebutuhan akan standar akuntansi yang berlaku secara internasional yang mendasari munculnya organisasi bernama International Standard Committee (IASC). IFRS (International Financial Reporting Standards) menjawab pertanyaan bagaimana pelaporan keuangan harus dilakukan. Satu persatu negara yang ada di dunia mulai mengadopsi IFRS. Pengadopsian IFRS di Indonesia mulai pada tahun 2008 dimana pengadopsian terkahir seluruh IFRS sampai tahun 2010. Selain itu persaingan bisnis menuntut setiap perusahaaan untuk mampu menunjukkan kinerja terbaik dari setiap bisnis yang dijalankan. Kinerja yang disajikan dalam laporan perusahaan harus sesuai dengan standar yang berlaku secara umum. Untuk perusahaan go public wajib melakukan standar pelaporan dengan standar internasional atau IFRS. Standar akuntansi yang berkualitas memberikan pengaruh kepada kualitas pelaporan yang dihasilkan.

Berdasarkan pergerakan yang ada, perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja perusahaannya utnuk mampu memberikan nilai tambah. Tujuan daari IFRS adalah mampu untuk membadingkan laporan keuangan serta mampu menambah informasi yang berkualitas. Pengadopsian IFRS memiliki pengaruh besar pada perusahaan khususnya pelaporan keuangan. Berdasarkan peraturan Indonesia, standar akuntansi mengatur 4 (empat) hal pokok yaitu, definisi elemen laporan keuangan, pengukuran dan penilaian, pengakuan, serta penyajian dan pengungkapan. Salah satu perusahaan yang telah go public dan menerapkan IFRS adalah PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Sector perbankan di Indonesia yang mampu bertahan di tengah perkembangan perekonomian Indonesia hingga saat ini. Kinerja perusahaan di dalam pembahasan ini menjadi topic utama. Kinerja perusahaan merupakan suatu usaha yang dilakukan guna memperbaiki efektivitas dan efisiensi perusahaan yang telah dilakukan pada periode tertentu. Salah satu kinerja perusahaan yang akan dibahas adalah kinerja keuangan yang merupakan alat untuk mengukur kesehatan perusahaan.

Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan Ni Kadek Intan Nuariyanti dan Ni Made Adi Erawati yang berjudul Analisis Komparatif Kinerja Perusahaan Sebelum dan Sesudah Konversi ke IFRS. Diperoleh hasil bahwa kinerja bank yang telah mengadopsi IFRS terdapat perbedaan kinerja Bank Mandiri yang dinilai dari Loan to Assets Ratio, ROA, DER. Objek pembahasan ini adalaj laporan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Objek penelitian sbelum di konversi ke IFRS adalah Laporan Keuangan tahun 2005-2006, sedangkan setelah di konversi ke IFRS tahun 2008-2009. Pembahasan ini menggunakan data kuantitatif yang berupa laporan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, dengan pengumpulan data sekunder melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id. Untuk mengetahui persentase bobot nilai rasio keuangan dapat digunakan acuan sesuai dengan standar ketentuan, dengan beberapa rasio yang dipengaruhi oleh penerapan IFRS.

Rasio Likuiditas yang digunakan adalah Loan to Assets Ratio, rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan bank dalam memenuhi permintaan debitur dibandingkan dengan asset bank yang dimiliki. Rasio Rentabilitas yang digunakan dalam pembahasan ini adalah ROA (Return On Assets), rasio ini digunakan untuk membandingkan laba dengan total asset yang dimiliki oleh bank. Penggunaan asset yang baik serta tingkat keuntungan yang tinggi ditunjukkan oleh nilai ROA yang besar. Rasio Solvabilitas yang yang digunakan adalah Debt to Assets Ratio, rasio ini merupakan rasio yang membandingkan total hutang dengan total asset. Rasio ini menunjukkan kemampuan bank dalam menutupi hutang-hutangnya dengan asset yang dimiliki.

Loan to Assets Ratio
Tabel 1
Tahun Total Loan Total Assets LAR Peningkatan/Penurunan
2005 2,387,445 122,775,579 1.9446
2006 2,231,431 154,725,486 1.4422 Penurunan
2008 710,634 246,076,896 0.2888
2009 2,678,422 316,947,029 0.8451 Peningkatan

Berdasarkan Tabel 1 Loan to Assets Ratio PT Bank mengalami penurunan dan peningkatan. Pada tahun 2005 sampai 2006 mengalami penurunan sebesar 0.50%, sedangkan pada tahun 2008 sampai dengan 2009 mengalami peningkatan sebesar 0.56%. hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005 ke 2006 Bank BRI memperkecil usaha kreditnya. Namun pada tahun 2008 sampai 2009 Bank BRI memperbesar usaha kreditnya.

Return on Asset
Tabel 2
Tahun Laba Bersih Total Assets ROA Peningkatan/Penurunan
2005 5,607,952 122,775,579 4.5676
2006 5,906,721 154,725,486 3.8175 Penurunan
2008 8,822,012 246,076,896 3.5851
2009 9,891,228 316,947,029 3.1208 Penurunan

Berdasarkan Tabel 2 nilai rasio Return on Asset Bank BRI mengalami penurunan sebesar 0.75% pada tahun 2005-2006, sedangkan pada tahun 2008-2009 mengalami penurunan sebesar 4.64%. Setiap penurunan yang terjadi menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia belum mampu menunjukkan efektivitas dalam menghasilkan laba berdasarkan asset yang dimiliki.

Debt to Assets Ratio
Tabel 3
Tahun Total Hutang Total Assets DER Peningkatan/Penurunan
2005 109,422,013 122,775,579 89.1236
2006 137,846,678 154,725,486 89.0911 Penurunan
2008 223,720,199 246,076,896 90.9148
2009 289,689,648 316,947,029 91.4000 Peningkatan

Berdasarkan Tabel 3 pada tahun 2005-2006 terjadi penurunan yang tidak terlalu signifikan. Sedangkan pada tahun 2008-2009 mengalami peningkatan. Rasio DAR merupakan rasio yang membandingkan total hutang dengan total asset yang dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk.

Setelah konversi IFRS dengan sebelum di konversi ke IFRS terdapat perbedaan kinerja Bank BRI yang dinilai dari LAR, ROA serta DER antara periode yang belum dikonversi dengan periode yang telah dikonversi.

REFERENSI

A.K. Roring., J. Morasa., R.Pusung, 2014. ANALISIS PENERAPAN PSAK NO.10 TAHUN 2012 TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PT BANK CENTRAL ASIA (BCA) TBK. Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Cahyonowati, Nur., Dwi Ratmono. Adopsi IFRS dan Relevandi Nilai Informasi Akuntansi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang.

Kusumawati, Melia. ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN PERBANKAN

BERDASARKAN METODE CAMELS DAN RGEC PADA PT. BANK MANDIRI (Persero) TBK. Universitas Negeri Surabaya, Surabaya.

Nuariyanti, Ni Kadek Intan, 2014. ANALISIS KOMPARATIF KINERJA PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH KONVERSI KE IFRS. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Bali.

Sahulata, Yulius YB, 2015. Analisi Komparatif Kinerja Keuangan Empat Bank Terbesar di Indonesia periode 2008 s/d 2013. Vol.3, No.1. Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Sianipar, Glory Augusta E.M., Marsono, 2013. ANALISIS KOMPARASI KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SEBELUM DAN SESUDAH PENGADOPSIAN PENUH IFRS DI INDONESIA. Vol.2, No.3. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang.

Verani, Carolina., Riki Martusa., Meythi. Harmonisasi Implementasi International Financial Reporting Standards terhadap Sistem Hukum di Indonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s